Minggu, 25 Desember 2016

KECINTAAN PADA NEGARA


Grosie Seragam Sekolah - Siapa yang bilang kecintaan pada negara mulai hilang? Memang ada banyak anak-anak muda Indonesia berkomentar di sosial media kalau lebih menyenangkan tinggal atau hidup di luar negeri daripada negeri sendiri. Banyak juga yang mengambil kesempatan untuk bekerja dan berkarya di negeri asing atau meninggalkan tanah air demi cita-citanya. Lalu, dari sisi bahasa, semakin banyak yang meninggalkan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan menggantinya dengan bahasa asing atau bahasa campuran kreasi sendiri. Walapun demikian masih ada seorang pemuda yang setia dan cinta tanah air.

Pemuda yang masih duduk di bangku salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota hujan, Bogor, ini telah menentukan sikap untuk membela Indonesia. Meski baru berusia 14 tahun atau kelas tujuh, dirinya semangat untuk membela tanah air. Tentu saja bukan membela di medan perang tetapi membela dengan belajar yang tekun agar cita-cita membangun bangsa dapat ia laksanakan. Dan satu lagi yang dilakukannya, ia bergabung dalam gerakan pramuka di sekolahnya dan sangat senang dengan kegiatan pramuka.

Semangat dan kepandaiannya membawa dirinya dipilih mewakili sekolahnya tahun lalu dan tahun ini untuk mengikuti Jambore Nasional pertengahan Agustus mendatang. Sungguh dirinya merasa senang sekali. Ia menceritakan kepada orang tuanya bahwa dirinya terpilih dari ratusan murid di sekolahnya dan ia merasa beruntung karena nanti di Jambore Nasional akan mendapatkan banyak teman.

Demi kesiapan di acara Jambore Nasional nanti, ia mulai mempersiapkan diri. Ia menjaga diri agar tidak jatuh sakit dengan berolahraga dan tidak jajan yang tidak bersih. Dirinya juga berlatih keterampilan pramuka di sekolah dan di rumah jika ada waktu senggang. Keterampilan seperti membuat simpul, membuat tandu, dan lainnya. Terkadang dia merasa senang bisa mengerjakan keterampilan pramuka tanpa bantuan. Setelah berlatih, ia persiapkan peralatan pramukanya dengan sebaik-baiknya. Ia memastikan tidak ada yang tertinggal atau rusak. Dipersiapkan satu per satu mulai dari seragam, pluit, tali, tongkat, bendera dan tidak lupa topi baret pramuka SMP kebanggaannya. Topi baret pramuka SMP ini didapatkannya sejak ia bergabung dalam Pramuka dengan tingkatan penggalang.

Ada cerita yang tidak bisa dilupakannya tentang topi baret pramuka SMP ini. Baret pramuka SMP yang didapatkannya secara istimewa. Ia menjadi yang terbaik di Pramuka Siaga pada waktu Sekolah Dasar dan saat naik ke kelas lima, diapun naik tingkat pramuka menjadi penggalang. Sebagai anggota pramuka terbaik, ia mendapatkan baret pramuka dari kakak pembimbingnya, pramuka penegak. Baret pramuka yang kini terus ia paka, tersemat lencana lambang pramuka yaitu tunas kelapa.

Sekarang segalanya telah siap. Ia akan menanti pertengahan Agustus dengan tidak sabar lagi. Dirinya akan memakai baret pramuka SMP-nya dengan rasa bangga dan bersyukur atas kesempatan yang diberikan.


0 komentar:

Poskan Komentar