Jumat, 23 Desember 2016

MEMPERTAHANKAN KERAPIHAN BERPAKAIAN


Grosir Seragam sekolah - Apa yang diharapkan oleh para pendidik kepada para siswanya? Tentu kepandaian di pelajaran. Namun, jika hanya pandai di kelas saja, apakah cukup? Pastinya tidak. Pendidik di sekolah lebih mengharapkan para siswanya menjadi siswa yang menjunjung citra anak Indonesia yang baik dan berkualitas. Siswa pandai memiliki IQ (Intelligence Quotient) yang cukup. Sedangkan siswa berkelakukan dan bersikap baik dan berkualitas menajamkan EQ (Emotional Quotient). Dua hal penting untuk dimiliki para siswa, khususnya siswa Sekolah Dasar saat ini.

Mengapa para siswa Sekolah Dasar diutamakan untuk menajamkan IQ dan EQ? karena pada umur 7 – 12 tahun, secara psikologis, seorang anak masih dapat dibentuk dan diarahkan kepada hal-hal positif, hal-hal ayng perlu ditanamkan demi modal kehidupan masa depan diri sendiri dan bangsa yang lebih baik. Oleh karena hal ini, beberapa sekolah menerapkan peraturan-peraturan untuk ditaati. Peraturan-peraturan tersebut di beberapa sekolah, ada yang dijaga dengan teguh, terdapat pengawasan dan juga sanksi. Akan tetapi di sekolah lainnya ada yang hanya sekadar dan tidak terjadi pengawasan di dalamnya.

Peraturan sendiri dibuat untuk menjaga ketertiban dan keteraturan. Akan tetapi secara tidak langsung, peraturan jugalah yang membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab. 
Pemahaman peraturan seperti ini bagi siswa Sekolah Dasar belumlah disadari karena umur para siswa masih muda dan pemikiran terbatas. Oleh karena itu peran pendidik di sekolah dan orang tua sebagai pembimbing dan pengawas sangat diperlukan sehingga para siswa dapat melakukannya secara konsisten.

Beberapa peraturan yang diterapkan oleh umumnya Sekolah Dasar:

 Berbaris sebelum masuk ke dalam kelas:
Jaman dulu, hal ini lazim dilakukan tetapi pada masa sekarang sudah tidak terlalu banyak sekolah yang melakukan ini. Berbaris di depan kelas bukan hanya sekadar membuat satu barisan sehingga para siswa tidak berbut masuk ke kelas, tetapi benar-benar melakukan aktivitas baris-berbaris selama sekitar tiga sampai 5 menit. Pemimpin barisan dengan dipandu pendidik/guru memberikan komando: jalan di tempat, sikap siap, hadap kiri, hadap kanan, lencang depan, rapihkan pakaian dan maju jalan.

-        Mengikat rambut dan menjepit poni rambut:
Ada pula Sekolah Dasar yang menerapkan kerapihan dalam menata rambut. Bagi para siswa putri dengan rambut di bawah telinga, wajib mengikat rambut. Tidak boleh membiarkan poni terjatuh, tetapi menjepit poni ke samping atau ke belakang. Sedangkan bagi siswa putra wajin mencukur rambut dengan potongan rapih, pendek dan bersih.

-        Mengenakan ikat pinggang:
Sekolah lainnya juga ada yang menerapkan peraturan tegas dalam hal berpakaian para siswanya. Mereka diwajibkan memakai kaus dalam berwarna putih (tidak boleh bercorak dan berwarna selain putih), memasukkan kemeja seragam dengan rapih, menggunakan ikat pinggang. Berlaku tidak hanya bagi laki-laki tetapi juga bagi perempuan. Ikat pinggang akan menguatkan kerapihan kemeja dengan rok/celana. Ikat pinggang Sekolah Dasar juga tidak boleh berwarna lain selain hitam.

Peraturan-peraturan yang sederhana tetapi membawa dampak yang cukup baik. Mungkin masih ada peraturan berseragam di Sekolah Dasar lainnya yang tidak umum tetapi berdampak baik. Bagikanlah ide peraturan kepada pendidik untuk dipertimbangkan oleh Sekolah. Demi siswa Sekolah Dasar yang bermutu, demi Indonesia yang lebih baik.


0 komentar:

Poskan Komentar