Kamis, 22 Desember 2016

PILIHAN KUSAYANG, PILIHAN KUMALANG


Grosir Seragam Sekolah - Di dunia ini banyak pilihan hidup. Kita bisa memilih akan bangun siang atau pagi. Memilih makanan dan minuman, pakaian yang mana yang akan dipakai dan pilihan sehari-hari yang kita anggap pilihan yang kecil. Kenapa kecil? Karena mungkin resiko yang terlalu kecil dihasilkan dari pilihan-pilihan tersebut. Akan tetapi jika membiasakan diri pada pilihan yang salah, mungkin pada nantinya aka nada buah dari kumpulan pilihan salah atau keliru yang dibuat. Salah satu contohnya, memilih Sekolah Menengah Atas (SMA), memilih Universitas dan memilih jurusan kuliah.

Pada masa SMA kita diberikan pilihan, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mungkin juga masih ada yang berkesempatan memilih jurusan Bahasa. Pilihan waktu SMA seperti membawa kita pada prediksi masa mendatang atau cita-cita apa yang mau kita raih. Jika kita ingin sekali menjadi dokter, sudah otomatis kita harus berusaha untuk masuk di jurusan IPA. Bila bercita-cita menjadi diplomat atau berkarir di dunia politik dan ekonomi, baiknya memantabkan diri masuk jurusan IPS. Jika menjadi penerjemah atau ahli bahasa, mengambil jurusan Bahasa bisa menjadi hal yang tepat.

Pilihan tepat membawa hasil yang tepat walaupun terkadang tidak selalu seperti itu. Ada masa kita membuat pilihan keliru dan membawa pada pembelajaran baru dan menjadikan kita lebih hati-hati dalam memilih di masa mendatang. Pilihan jurusan, pilihan SMA dan pilihan universitas atau sekolah lanjutan lainnya salah satu dari banyak pilihan yang cukup berat. Tidak seperti memilih, apakah hari ini kita ke sekolah akan memakai ikat pinggang atau tidak atau memilih membeli buku novel atau komik.

Ada pula terjadi saat sudah memilih, kita menggunakannya dengan tidak maksimal atau tidak sesuai dengan semestinya. Contoh sehari-harinya, pada masa SMA, kelas tiga atau bahkan dari kelas dua, kita mulai memakai seragam dengan “gaya” kita sendiri. Rok mengepas di pinggang, kemeja putih yang terlalu sempit sehingga harus dibantu peniti, menghias topi SMA dengan coretan di sana-sini. Ada juga yang memilih ikat pinggang SMA bukan sebagaimana mestinya. Kebanyakan lak-laki menggunakannya untuk senjata tawuran. Inilah contoh pemakaian yang tidak sesuai dengan manfaatnya, seperti pilihan kita yang tidak gunakan sebagaimana mestinya. Tentu yang akan terjadi adalah disfungsi atau akhirnya menjadi suatu yang sia-sia bahkan membawa korban.

Korban yang dimaksud bila kita tidak memanfaatkan pilihan kita dengan baik atau menggunakannya dengan baik, seperti kita memakai ikat pinggang SMA untuk berpakaian dan bukan untuk tawuran adalah: uang, waktu, tenaga dan jika dipikirkan mendalam, mungkin ada lagi korban-korban yang lainnya. Korban uang sudah pasti, jika kita tidak memberikan perhatian sungguh-sungguh saat berkuliah atau belajar di SMA dan sampai harus mengulang satu tahun karena nilai tidak cukup, harus membayar satu tahun lagi.
Jadi, pergunakanlah pilihan dengan baik dan berbuah yang baik sesuai dengan pilihan tersebut.


0 komentar:

Poskan Komentar